PERAWAT ASROB

3 Maret 2009

MASALAH PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL

Filed under: K D M — ROBBY BEE @ 10:32 AM

• Sistem Muskuloskeletal
Fungsi utama :
o Menegakkan posture
o Untuk pergerakan
Terdiri dari :
– Tulang
– Otot
– Cartilago
– Ligament
– Tendon
– Fasia
– Bursa
– Sendi
o Tulang
Fungsi :
– Membentuk rangka penunjang
– Tempat lekat otot
– Penyimpanan mineral
– Tempat pembentukan RBC
o Otot
Fungsi :
– Kontraksi dan menghasilkan gerakan-gerakan bagian tubuh/all
Semua komponen bekerjasama untuk melakukan fungsi gangguan salah satu komponen → mengganggu fungsi
Patologi pada sistem Muskuloskeletal
1. Peradangan
2. Neoplasma
3. Trauma
4. Degenerasi
5. Gangguan metabolisme

1. Peradangan
• Paling sering dijumpai → osteomielitis
• Penyebab bakteri yang :
Dibawa secara hematogen
Masuk saat pembedahan atau FR tulang terbuka

• Akut
– Dimulai pada metafisis TL → alliran darah tersumbat
– Struktur tulang yang kaku → sedikit tempat untuk exudate
→ mencari jalan ke permukaan tulang membentuk subperiosteal abses
aliran darah tersumbat oleh thrombus → tulang yang terpisah membentuk skuestrum
– Manifestasi klinis
o Demam
o Nyeri saat digerakan
o Bengkak
o Tendernss
o Panas pada rabaan
• Kronis
Biasanya oleh karena infiltrasi akut yang tidak teratasi → infiltrasi 6-8 minggu → beberapa tahun
Sekitar skuestrum terbentuk involucrum
2. Neoplasma
Contoh :
Benigna
 Chondrogenic (tumor kartilago)
– Osteochondroma
– chondroma
 Osteogenic (tumor tulang)
– Osteoblastoma
Manifestasi :
– Teraba ada masa kasar
– Tumbuh lambat
– Tidak nyeri kecuali sudah menyebabkan kompresi pada jaringan sekitar seperti saraf, pembuluh darah
– Kesulitan gerak jika terjadi pada persendian

Maligna
• Sarkoma osteogenic (osteosarkoma)
• Multiple myeloma
→ nyeri tulang iga dan tulang belakang terjepit saluran spinal → manifestasi gangguan saraf
3. Trauma
→ cedera jaringan lunak dan fraktura
o Frakture
 Terputusnya kontuinitas jaringan tulang yang biasanya disertai dengan :
– Cedera jaringan lunak
– Kerusakan otot
– Rupture tendon
– Kerusakan pembuluh darah
– Luka organ tubuh
 Terjadi oleh karena :
– Trauma yang menimbulkan tekanan > daya tahan tulang
– Osteoporosis (FR patologis)
 Frakture
→ keterbatasan gerak, ~, nyeri nyer saat digerakan
jaringan lunak sekitar area frakture (pembuluh darah), saraf otot, organ yang berdekatan,
→ rusak → RX inflamasi
→ nyeri > hebat saat regangan pasif, paresthesia, nadi sulit diraba pada area distal
tulang >>> pembuluh darah
→ perdarahan
kontraksi otot → fragmen tulang yang patah tertarik → disposisi tulang → deformitas
Akibat fraktur
– Edema oleh karena RX inflamasi dan hematome → penekanan jaringan sekitar termasuk pembuluh darah → ischemia → nyeri ischemia lama → necrosis → pembentukan jaringan fibrotik → kontraktur
– Emboli lemak (FR pada tulang panjang) → obstruksi pembuluh darah (paling sering) → manifestasi emboli paru
– Dyspnea
– Sianosis
– Perubahan denyut nadi

4. Degenerasi
Perubahan morfologi oleh karena cedera non lethal, bersifat reversible
Jika berlangsung lama → kematian jaringan
• Osteoartritis
 Gangguan pada sendi-sendi yang bergerak
Karakteristik :
– Berjalan progresif lamban
– Tidak meradang
– Deteriorasi dan abrasi tulang rawan sendi
– Pembentukan tulang baru pada permukaan sendi
– Pembentukan kolagen dan proteoglikan ↑ tapi penghancuran > cepat
Tulang rawan I digantikan tulang rawan I → ukuran (O) dan orientasi serat kolagen → mengubah biomekanik tulang rawan
Tulang rawan yang terkena : sendi yang memikul beban tubuh
→ pinggul
lutut
vertebra lumbal dan servikal sendi-sendi jari

• Gangguan metabolisme
• Masalah timbul jika asam urat
 Bukan inflamasi, tapi sering disertai sinovitis  nyeri dan perasaan tidak nyaman

Manifestasi Klinis
 nyeri tumpul pada sendi terutama bila digerakan/menanggung beban
 bila diistirahatkan
 kekakuan sendi, hilang setelah digerakan
pagi hari setelah bangun 
 beberapa menit (-)
 ROM
 Nyeri tekan lokal
 Pembesaran tulang sekitar sendi
 Efusi sendi
 Adanya nodus heberden

GANGGUAN METABOLISME
a. Osteosclerosis
 Hiporparthyroid   kalsifikasi tulang
b. Osteoporosis
  Penulangan oleh karena  resorpsi /  pembentukan tulang
penyebab :
– Immobilisasi yang lama
– Glukokortikoid >>>
c. Osteomalasia
  mineralisasi tulang (demineralisasi)
d. Gout
 Terjadi secara primer
 oleh karena pembentukan asam urat tubuh >>> atau  exdresi A. uric
 Sekunder : jika terjadi oleh karena penyakit lain/penggunaan obat-obatan

Masalah Timbul jika asam urat keluar dari pembuluh darah
 membentuk kristal tajam monosodium urat monohidrat pada sendi dan jaringan sekitar
 > sering pada laki-laki oleh karena permpuan mempunyai estrogen  asam urat
 Mulai  kadarnya dalam serum saat pubertas

Manifestasi
Terdapat 4 tahap
1.  asam urat dalam serum  9-10 mp % ( nilai perempuan 4-5, laki-laki 5-6)
A simptomatik  hilang
2. Pengkristalan sekitar sendi  inflamasi akut berlangsung 10-14 hari
3. Tahap interkritis  serangan-serangan yang hilang timbul beberapa bulan – tahun
4. Gout kronik

GOUT KRONIK
 Timbunan urat terus bertambah
 Peradangan kronik  nyeri, kaku, pembesaran dan penonjolan sendi yang bengkak
 Serangan akut dapat terjadi
 Terbentuk tofi akibat insolubilitas relatif dari urat pada area tendon achiles, permukaan ekstensor lengan bawah, bursa intfa patelar, helix telinga

Komplikasi
 >>> urat pada interstitial medulla, papila, piramid ginjal  protein uri dan hipertensi ringan
 Batu ginjal

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: