PERAWAT ASROB

3 Maret 2009

MASALAH PADA SISTEM INTEGUMEN

Filed under: K D M — ROBBY BEE @ 10:35 AM

REVIEW
System Integumen terdiri :
– Kulit kuku, rambut, kelebihan keringat
Bagian terbesar kulit
Setiap inci-inci kulit mengandung :
– 20 yard pembuluh darah
– 100 kelenjar minyak
– 65 buah rambut dan otot
– 650 kelenjar keringat
– 78 yard keringat dengan :
 19500 ujung saraf raba
 1300 ujung saraf nyeri
 160 ujung saraf tekan
 78 ujung saraf panas
 13 ujung saraf dingin
seluruhnya 2 juta sel
DIC oleh karena dan fibrinogen (24-36 jam)
Aktifitas simpatik
– Kontriksi pembuluh darah splenic
– aktifitas G IT
distensi lambung mual
– Kerusakan mukosa lambung stress ulcer
Jika luka bakar oleh udara/uap panas pada kepala/wajah edema saluran nafas rasa tercekik

FUNGSI KULIT
1. Proteksi
2. Mmempertahankan homeostatis
3. Membantu dalam pengaturan suhu
4. Sebagai organ sendiri
5. Tempat sintesis vitamin D sel malphigi epidermis terdapat > dehydrocholesterol
6. Psikososial perubahan body image

PATOFISIOLOGI
Dikelompokkan berdasarkan faktor penyebab
– Genetik dan congenital
– Ideopatik
– Reaksi hipersensitivitas
– Infeksi/radamg
– Neoplasma
– Trauma
• Genetik – congenital
– Acne
– Dermatitis atopic
• Ideopatik
penyebab tidak jelas
o Psoriasis :
– Lesi yang mencuat ke permukaan
– Merah, kering, ditutupi oleh potongan-potongan berkerak seperti perak
– Area yang sering terkena : siku, lutut, kulit kepala, wajah, bokong
– Terjadi oleh karena sel bergerak dari lapisan basalis ke stratum corneum dalam waktu yang pendek proliferasi >>
• Reaksi hipersensitivitas
– Reaksi imunolobis normal
Benda asing ke dalam tubuh

tubuh memberi respon inflamasi
benda asing ke dalam tubuh RX selanjutnya berbeda per RX waktu pertama kali
respon imunologis
Mol. Kecil + Mol besar
(bukan Ag) (protein tubuh)

Complex
Dapat bertindak sebagai antigen
– Tujuan respon imun :
melenyapkan benda asing
Terdapat 2 macam :
o Humoral
Dipengaruhi oleh Ig dan GL dalam darah
L/M + Ag merangsang pembentukan Ig

antigen lisis
o Seluler
 Secara langsung oleh limfosit yang berploliferas karena masuknya antigen
 Sifat respon imunologis
• Pengenalan diri
• Memory
• spesifitas
 Terdapat klasifikasi Ig
Ig G :
Ig M
Ig A
Ig E
Ig D
• Reaksi Hipersensitivitas

Ag + limf/Ab cedera jaringan

RX hipersens
• RX. Tipe I (anaphylactic) Ag + hospes  Ig E + mast sel/basofil
• Reaksi tipe II (sitotoksik)
Ig G dan Ig M + Ag fagolosis sitosis sel target
Juka sel target bagian tubuh lisis
• Reaksi tipe III (imun complex)
Ag + Ab (Ig G) complex imun

pembentukan faktor chemotaxis (neutr) aktivitas complemen dalam pembuluh darah
leukosit mengeluarkan enzim (dari lisosom)

Kerusakan pembuluh darah
Contoh : LESI pada SLE
• Reaksi tipe IV (cell mediated)
reaksi ini diperantarai oleh kontak limfosit yang sudah tersensitisasi dengan antigen yang
zat kimia (sebagai hapten)
berikatan dengan protein kulit

proliferasi limfosit yang sudah tersensitisasi

sel kulit terbebani

toksisitas langsung
contoh : dermatitis kontak penolakan pada pencangkokan

• Trauma
– Trauma pada kulit berbagai masalah ringan s/d memerlukan perawatan di rumah sakit
Luka Bakar
Luka yang terjadi tergantung :
– Sumber penyebab
– Lamanya kontak
Penyebab :
– Panas
– Listrik
– Kimia
– Radiasi
Tingkatan Luka
Superficial Thickness
– Epidermis
– Struktur lain intact
– Kemerahanedema ringan, nyeri
Partial Thickness
Superficial :
– Erithema, lepuh
– Stratum corneum dan stratum granulosum rusak
– Saraf utuh nyeri sekali
Deep
– Luka > dalam
– Lapisan epidermis yang utuh hanya sedikit
– Dermis terkena beberapa saraf rusak nyeri > ringan
– Tidak/jarang terbentuk lepuh oleh karena jaringan yang rusak menempel pada serat-serat kolagen dermis
Full Thickness
– Mengenai seluruh lapisan kulit
– Warna : putih/merah/kuning/coklat/hitam
– Sensasi minimal/tidak ada oleh karena saraf rusak

RESPON TUBUH TERHADAP LUKA BAKAR
Hemodinamik
Luka bakar berat permiabilitas  cairan, elect, albumin dan protein ke interstitial dan intrasel edema
luka bakar 30%  fluid loss 60%
Stress respon  hiper metabolisme
– Katabolisme protein
– Katabolisme lemak
– Penggunaan glukosa
–  pengeluaran air tubuh  IWL
–  produksi panas
acidosis
Hipovolemia  work load  T.D ; hemokonsentrasi  HCT
Respon seluler  inflamasi +  proses enzimatic oleh karena denaturasi protein

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: