PERAWAT ASROB

3 Maret 2009

MASALAH PADA SISTEM DIGESTIVE

Filed under: K D M — ROBBY BEE @ 10:29 AM

Sistem digestive terdiri dari :
 Organ utama (TR Gastrointestinal)
 Organ asesori (Kel. Saliva, Hepar, Pancreas, kandung empedu)
Berfungsi :
 Menyediakan nutrient untuk dikirimkan kel sel melalui proses :
 Ingesti
 Digesti
 absorpsi
 Eliminasi makanan yang tak dapat dicerna
Berdasarkan area  diklasifikasikan :
1. Masalah esofagus
2. Masalah gaster
3. Masalah usus halus
4. Masalah colon
5. Masalah organ asesori

1. Masalah Esofagus
a. Kegagalan menelan
Menelan : dikoordinasi oleh plexus auerbach  makanan masuk ke gaster karena relaxasi temporer
• Otot-otot gastroesophageal
• Otot-otot crico pharingeal
Kesulitan menelan  dysphagia
Terjadi oleh karena :
– Masalah neuromuskular
– Penyakit saraf
Seperti pada :
• Myasthenia gravis
• Polio bulbar
• Muscular dystrophy
• Botulism
Terjadi juga oleh karena degenerasi serabut saraf pada plexus auerbach
 Kerusakan spincter gastro esophageal
 kontraktilitas 2/3 bagian bawah esofagus
 Achalasia
b. Inflamasi mukosa esofagus
Esofagus dilindungi oleh :
• Mukus yang disekekresioleh tunika mukosa
• Kontraksi spincter gastroesophageal sehingga mencegah reflux isi lambung
Jika reflux  cairan lambung masuk ke esofagus  esofagitis
Terjadi pada :
Hiatal Hernia
2. Masalah Gaster
Makanan  gaster mulai digesti protein  semiliquid (chyme)

usus halus
 disfungsi gaster  gangguan digesti dan absorpsi

a. Obstruksi gaster
• Paling sering oleh karena stenosis pilorus
– Congenital
– Didapat
Pada congenital
• Usia 1-2 Mg
– Muntah-muntah
– Regurgitasi
 Failure to thrive  malnutrisi
b. Neoplasma gaster
• Paling sering didaerah pilorus
c. Inflamasi gaster
 Gastritis acut :
Degenerasi pada bagian superfisial karena terpapar zat-zat iritan seperti alcohol, aspirin, steroid dan asam empedu
Degenerasi tunika mukosa
 H+ masuk ke jaringan gaster
 Keasaman interstitial 
 Terangsang pengeluaran zat vasoaktif
• Histamin
• Serotonin
• Kinin
  Permiabilitas kapiler vasodilatasi

• Edema
• Infiltrasi limfosit sel plasma
 Gastritis cronis
Degenerasi yang menimbulkan atropy beberapa sel fungsional tunika mukosa/ (-) produksi HCL faktor intrinsik

• Gangguan digesti
 gangguan absorbsi
• Gangguan absorbsi vitamin B12
 anemia perniciosa
 Peptic Ulcer
Jika sekresi asam  necrosis mukosa gastrointestinal  ulcus pepticum  sekresi gaster, merangsang hipertrophy pilorus  stenosis pilorus
 Ulcus Duodenum
• Hiperstimulasi sel parietal oleh N. vagus  massa sel   sekresi HCI 
•  sekresi gastrin yang ABN oleh adenoma sel-sel non  P. Langerhan (Zollinger-Ellison syndrome)
peptic ulcer + duodenum ulcer disebabkan juga oleh :
– Stress psychologis
– Stress physiologis
 stress ulcer
Penyebab Stress psysiologis
• Cedera otak serius  cushing syndrom
• Luka bakar
• Shock cardiogenic
• Pembedahan
• Intake obat-obatan tertentu >>>
Manifestasi klinis inflamasi gaser
– Nyeri epigastrum
– Anorexia
– Mual dan muntah
– Intake nutrisi 
Manifestasi lain tentang sifat penyakit :
• Gastritis kronis oleh karena sekresi faktor intrinsik  anemia  hipoxia seluler

• Ulcus lambung
 bleeding
 perforasi gaster

cairan lambung masuk ke cavum abdomen

peradangan membran  peritonitis

3. Masalah Usus Halus
Usus halus
• Tempat digesti terakhir
• Tempat absorpsi zat maksimum
 gangguan pada usus halus  gangguan digesti dan absorpsi
a. Gangguan Digesti – Absorpsi
• Crohn Disease
 Peradangan kronis terutama pada ileumlesi terdapat pada nodus lymphatic  obstruksi
lymphatic  penebalan lapisan submukosa  gangguan absorpsi
• Z E Syndrom
 HCL  lingkungan sangat asam pada intestin
 – Inactive enzym pancreas
– Presipitasi garam empedu
• Gastroentritis Akut
Saluran cerna :
 mempunyai mekanisme pertahanan non spesifik :
1) Bakteri flora normal
2) PH gaster
3) Motilitas gaster I
  aktivitas menyebabkan
 aktivitas invasi mikroorganisme patogen
Kondisi patologis dari invasi mikroorganisme patogen :
1) Agen toxigenic  enterotoxin  inflamasi lokal dan diare   volume cairan dan elektrolit
2) Invasif mikroorganisme pathogen  menembus dinding usus halus dan colon  nekrosis dan potensi ulkus  feses mengandung eryth dan leukosit
3) Virus patogen  menempel pada mukosa epithel dan merusak villi usus  absorp cairan dan elek
• Demam Typhoid/Paratyph
 disebabkan oleh :
– Salmonela typhi
– Salmonela paratyph A, B, C
Salmonela typhi/Paratyphy

Usus halus

Jaringan limph

Hipertrofi

Kel. Limfe mesenterial

Hipertrofi

Hepar Aliran darah

 Plaque peyeri – limpa – hati – respon lain

Setelah 10-14 hari berada dalam tubuh  respon tubuh :
Minggu I demam :
Jaringan radang  pyrogen ke pembuluh darah  difagositosis oleh makrofag  interleukin 1
 Stimulasi hipothalamus
 set point temperatur
 produksi keringat
vasokonstr pembuluh darah di permukaan tubuh
 Demam diikuti dengan :
• Perasaan tidak nyaman diseluruh tubuh
• Malise
• Anorexia
 Nyeri kepala, pusing, nyeri otot, obstipasi/diare perasaan tidak nyaman pada perut, batuk, epistaxis

Minggu II
• Demam makin jelas
• Bradikardi relatif
• Perubahan penampilan lidah
• Hepatomegali dan splenomegali
•  kesadaran
• Pada pembuluh darah :
– Leukopeni/leukositosis relatif
–  SGOT, SGPT hilang setelah demam hilang
• Tubuh membentuk antibodi (Aglutinin)

– AGL, O, H, Vi

Pada pembekuan darah
  Titer O
 Titer H
AGL. O :
 Terbentuk oleh karena perangsangan antigen O yang berasal dari badan mikroorganisme
AGL. H : Terbentuk oleh perangsangan antigen H dari flagel M.O
AGL Vi : Terbentuk oleh perangsangan antigen Vi dari simpai M.O

 Celiac Disease
• Degenerasi sel  Def. Lactase  gangguan digesti lactosa susu
> Manifestasi klinis gangguan digesti – absorpsi
  Supply nutrient ke jaringan   pembakaran zat makanan   produksi energi   kelemahan fisik
penggunaan massa tubuh sebagai sumber energi   berat badan
Lain-lain :
 Absorpsi Prot
  Tekanan osmotic koloid
 perpindahan cairan ke extravascular
• Sintesa Protein   massa otot , anemia + def. enzim ( pada yang kurang berat
•  absorpsi lemak  steathorhea
•  absorpsi Fe, asam folat, Vit B12  anemia
Dan lain-lain

b. Obstruksi – Paralyctic
• Obstruksi
 Inflamasi – hyperplasi (Crohn’s Disease)
 Hernia
 Adhesi
 Invaginasi

isi usus tertumpuk
Diatas obstruksi
 menutup aliran dari gaster
peristaltik 
 muntah

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: